liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Banned Akun Twitter Wartawan dan Larang Link Mastodon, Elon Musk Diperingatkan Pejabat Uni Eropa

Banned Akun Twitter Wartawan dan Larang Link Mastodon, Elon Musk Diperingatkan Pejabat Uni Eropa

Memuat…

Wakil Presiden Komisi Uni Eropa untuk Nilai dan Transparansi Vera Jourova memperingatkan Elon Musk setelah menangguhkan (melarang) akun Twitter beberapa jurnalis. Foto/Reuters

SAN FRANSISCO – Wakil Ketua Komisi Uni Eropa untuk Nilai dan Transparansi Vera Jourova memperingatkan Elon Musk setelah menangguhkan akun (diblokir). Twitter sejumlah wartawan. Dia memperingatkan bahwa Twitter dapat menghadapi sanksi mulai dari denda miliaran dolar hingga dilarang di seluruh Uni Eropa.

Vera Jourova menunjukkan bahwa di bawah Undang-Undang Layanan Digital baru, yang akan berlaku penuh pada tahun 2024, platform media sosial harus menghormati kebebasan media dan hak asasi manusia.

Kerangka kerja ini akan membuat perusahaan media sosial lebih bertanggung jawab atas konten yang diposting pengguna ke platform mereka. “Media Freedom Act yang diterima UE pada September juga memperkuat nilai-nilai itu,” ujarnya seperti dikutip SINDOnews dari situs Forbes, Sabtu (17/12/2022).

Baca juga; Akun Jet Stalker Elon Musk Ditendang Dari Twitter

Hukuman karena melanggar Undang-Undang Layanan Digital dapat mengakibatkan denda hingga 6% dari pendapatan tahunan global platform, yang untuk Twitter berjumlah miliaran. Sementara pelanggaran berulang bisa berarti larangan di seluruh Eropa.

Menurut The New York Times, akun Twitter sejumlah jurnalis telah ditangguhkan. Diantaranya Ryan Mac dari The New York Times; Drew Harwell dari The Washington Post; jurnalis lepas Aaron Rupar; Donie O’Sullivan dari CNN; Matt Binder dari Mashable; jurnalis lepas Tony Webster; Micah Lee dari Intercept; dan reporter politik Keith Olbermann.

Tidak ada alasan yang diberikan selain pemberitahuan di profil Twitter mereka yang mengatakan bahwa akun tersebut “melanggar peraturan Twitter”. Namun, aturan yang dilanggar akun ini masih diperdebatkan.

Dikutip dari laman Webpronews, pengguna Twitter melaporkan masalah pengiriman tautan ke akun Mastodon mereka, salah satu pesaing utama Twitter. Saat mencoba mengirim tautan ke akun Mastodon, pengguna akan mendapatkan pesan, “Tweet Anda tidak dapat dikirim karena tautan ini telah diidentifikasi oleh Twitter atau mitra kami berpotensi berbahaya. Kunjungi Pusat Bantuan kami untuk mempelajari lebih lanjut.”

Baca juga; Temui Mastodon, Platform Media Sosial Alternatif Pengganti Twitter

Kebijakan Twitter sejak dipegang Elon Musk mengundang kecaman dari berbagai pihak, mulai dari jurnalis hingga politisi. Elon Musk diduga telah melupakan janji yang dibuatnya saat membeli Twitter untuk menghormati kebebasan berbicara.

(jaring)