liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
BMKG Prakirakan Hujan Lebat Melanda Hampir Seluruh Indonesia pada Tahun Baru 2023

BMKG Prakirakan Hujan Lebat Melanda Hampir Seluruh Indonesia pada Tahun Baru 2023

Memuat…

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi melanda hampir seluruh wilayah Indonesia pada Tahun Baru 2023. Foto/SINDOnews

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengharapkan hujan deras hingga sangat deras, berpotensi melanda hampir seluruh wilayah Indonesia pada Tahun Baru 2023. Hal ini disebabkan curah hujan yang meningkat pada periode tersebut akibat beberapa dinamika atmosfer.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, peningkatan aktivitas Monsun Asia antara lain dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan. Baca juga: Waspada Libur Pantai, BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Selama 3 Hari ke Depan

“Pertama, peningkatan aktivitas Monsun Asia memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan,” kata Dwikorita dalam keterangan resminya, Selasa (27/12/2022).

Selain itu, kata Dwikorita, peningkatan intensitas musim dingin Asia dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah barat dan selatan Indonesia serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Dinamika atmosfer lainnya adalah indikasi terbentuknya pusat tekanan rendah di sekitar perairan selatan Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, dan peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Sedangkan potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Baca juga: 5 Daerah di Jabar Jadi Penyumbang Bencana Tertinggi, Pemkab Bogor Juara Pertama

Karena itu, Dwikorita meminta masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. “Waspadai risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi yang sangat besar,” pungkasnya.

(menangis)