liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Cuaca Ekstrem, Pembangunan Huntap Korban Gempa Cianjur Tetap Berjalan

Cuaca Ekstrem, Pembangunan Huntap Korban Gempa Cianjur Tetap Berjalan

Memuat…

Pekerja yang mengerjakan pembangunan rumah permanen untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur meski cuaca ekstrem. Foto/MPI

JAKARTA Cuaca ekstrim di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tidak menghalangi pembangunan rumah permanen (huntap) untuk relokasi korban gempa. Meski begitu, proses pembangunannya menemui beberapa kendala.

Manajer Operasional lokasi pembangunan tempat penampungan sementara di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Denny Purnama mengatakan, kendala terbesar selama pembangunan tempat penampungan sementara adalah cuaca di lokasi yang belakangan ini terus diguyur hujan.

“Kendala kami saat ini hanya cuaca. Karena tanah di sini tanahnya merah, kalau hujan pasti jadi halus dan lembek (tanahnya), akhirnya pekerjaan kami terhenti,” kata Denny, Kamis (29/10). /29). 12/2022).

Baca juga: Dampak Gempa Cianjur, 22.198 Rumah Rusak

Meski terhalang cuaca, kata dia, pengerjaan pembangunan shelter tetap dilanjutkan. “Kalau hujan masih bisa pengerjaan konstruksi interior, yang penting atap sudah terpasang. Kami bekerja dari pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB nonstop untuk memaksimalkan waktu,” imbuhnya.

Baca juga: Jokowi meninjau model rumah tahan gempa di Cianjur

Sebanyak kurang lebih 260 pekerja dikerahkan untuk membangun shelter di lokasi tersebut. Menurut Denny, sebanyak 2 hunian sementara dapat dibangun dalam waktu 5 hari kerja. Hingga saat ini, 68 unit huntap telah diselesaikan. Pembangunan rumah hunian sementara ditargetkan selesai pada akhir Januari 2023. “Dari target 200 rumah permanen, 68 diantaranya sudah selesai. Kami targetkan selesai akhir Januari ini semua,” jelasnya. . Denny.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Informasi, Data dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari menambahkan, selain di Kampung Sirnagalih, pembangunan hunian sementara juga sudah dimulai di Distrik Mande. Seiring dengan proses pembangunan hunian sementara, BNPB juga akan terus mendistribusikan dan mendirikan tenda bagi warga yang masih mengungsi.

Salah satu lokasi pemasangan tenda adalah di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Tenda yang dibagikan kali ini adalah tenda keluarga dengan kapasitas 5 orang. Tenda memiliki 3 ruangan di dalamnya yang terdiri dari 2 ruangan dan 1 ruang tamu yang dipisahkan oleh sekat kain.

“Pembagian tenda juga mendapat dukungan BPBD dari beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat seperti BPBD Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Selain tenda, BNPB juga terus membantu Pemkab Cianjur dalam pemenuhan dan penyaluran logistik sembako untuk warga terdampak,” ujarnya.

(keping)