liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Happy Salma Kenang Mendiang Nano Riantiarno sebagai Sosok Guru

Happy Salma Kenang Mendiang Nano Riantiarno sebagai Sosok Guru

Memuat…

Happy Salma menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya aktor sekaligus pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno alias Nano pada Jumat (20/1/2023). / Foto: Instagram @happysalma

JAKARTA – Aktor Happy Salma menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya aktor sekaligus pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno alias Nano pada Jumat (20/1/2023).

Happy Salma yang juga seorang aktris teater menyampaikan belasungkawanya dengan mengunggah di akun Instagram pribadinya.

Happy Salma mengunggah foto berlatar belakang hitam putih yang memperlihatkan dirinya sedang dipeluk mendiang Nano Riantiarno. Dalam foto tersebut juga terlihat istri Nano, Ratna Riantiarno dan Butet Kartaredjasa.

Baca juga: Kabar duka, pendiri Teater Koma Nano Riantiarno telah meninggal dunia

“Perpisahan Cikgu ‘Robertus Riantiarno’ mas Nano. Foto ini adalah kenangan kita pada 24 Juli 2020. Saya di sebelahnya, dia memeluk saya dengan hangat,” tulis Happy Salma dalam keterangan foto yang diunggahnya, Jumat (20/1). /2023). .

Wanita berusia 43 tahun ini juga mengingat pelajaran yang didapat dari Nano Riantiarno. Bagi Happy Salma, pandangan anti kekerasan dari almarhum Nano membekas di hatinya.

“Ada sesuatu yang sangat kuat pengaruhnya. Dari diskusi dan pandangan kebangsaan dengan beliau, sangat membekas di hati saya, bahkan kata ‘Ahimsa’ yang anti kekerasan, pertama kali saya dapat dari Mas .Nano,” ujarnya.

Happy Salma merasa pandangan tersebut merupakan pesan khusus yang diberikan Nano kepadanya untuk selalu lembut dalam menyampaikan sesuatu, dan tanpa menggunakan paksaan, seperti yang dilakukan Nano selama ini di Teater Koma yang didirikannya.

“Entah kenapa, kata itu bisa tertanam jauh di lubuk hati saya, seolah-olah Mas Nano memberikannya secara khusus kepada saya,” ujarnya.

“Ini seperti isyarat atau pesan bagi saya bahwa dalam menyampaikan sesuatu yang radikal sekalipun harus dilakukan dengan cara yang indah dan lembut, bukan dengan paksaan. Seperti yang mereka lakukan dalam karya Teater Koma,” lanjutnya.