liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Keripik Tempe Khas Malang Diburu Wisatawan Jelang Masa Libur Nataru

Keripik Tempe Khas Malang Diburu Wisatawan Jelang Masa Libur Nataru

Memuat…

Pembeli mulai berdatangan di salah satu kedai keripik tempe legendaris di Kota Malang. Foto/MPI/Avirista Midaada

MISKIN – Berlibur ke Malang belum lengkap rasanya tanpa membawa pulang oleh-oleh khas. Salah satunya keripik tempe yang selalu dicari wisatawan saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain enak dan nikmat, keripik tempe banyak disukai karena mudah dibawa dan bisa dinikmati bersama.

Menjelang hari raya Nataru Raya saat ini, permintaan keripik tempe kerap meningkat dibanding hari biasa. Bahkan, di salah satu toko keripik tempe di Jalan Tumenggung Suryo, Sanan, sejumlah pembeli mulai berdatangan ke toko keripik tempe legendaris Rohani Kota Malang.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Pantura Legend, Cocok Dibeli Saat Pulang

Anda dapat melihat beberapa pelanggan yang datang ke toko. Bahkan ada sebagian dari mereka yang membeli keripik tempe secara borongan. Tidak sedikit orang yang membeli lebih dari satu kotak dengan isi satu kotak mencapai 5-10 bungkus keripik tempe berbagai rasa.

Keripik tempe yang mulai diproduksi sejak tahun 1988 memang menjadi tujuan wisatawan atau warga Malang untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman di luar kota.

Meningkatnya permintaan keripik tempe diakui oleh pemilik usaha keripik tempe bernama Trio Andi Cahyono. Dimana sejak beberapa minggu terakhir sebelum Nataru terjadi peningkatan produksi beberapa persen.

“Produksi kami memang meningkat jelang Nataru, yakni di kisaran 30-40 persen dibanding hari biasa. Kenaikannya mulai minggu lalu,” kata Trio Andi Cahyono saat ditemui di warungnya, Rabu (21/12/2022) pagi.

Baca juga: Ini Oleh-Oleh yang Wajib Dibeli Saat Berkunjung ke Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah

Foto/MPI/Avirista Midaada

Tidak adanya pantangan selama masa libur Nataru 2022 yang disebut dengan Trio Andi ini menyebabkan banyak wisatawan yang mulai memadati toko oleh-oleh keripik tempe. Tidak hanya di tempatnya, tapi juga di toko keripik tempe lainnya di kawasan Sanan.

“Jadi dibandingkan tahun lalu, sekarang pasti lebih baik, karena sekarang cukup santai, saya kira tidak ada batasan. Sehingga wisatawan bisa leluasa pergi ke Kota Malang dan sekitarnya,” jelasnya.

Meningkatnya wisatawan yang berbelanja juga meningkatkan pendapatan mereka. Trio Andi mensyukuri hal tersebut di tengah kenaikan harga beberapa bahan produksi tempe, mulai dari kedelai, minyak goreng hingga telur.

“Ada peningkatan jumlah orang yang datang ke Malang, apalagi sekarang ini hari libur. Banyak sekali wisatawan yang ke Malang, alhamdulillah menambah penghasilan kami,” jelasnya.