liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Ketangkap Basah di Jepang, Jack Ma Kabur ke Bangkok

Ketangkap Basah di Jepang, Jack Ma Kabur ke Bangkok

Memuat…

Perlu dipahami bahwa Jack Ma saat ini sedang berada di Bangkok. FOTO/IST

BANGKOK – Setelah ditangkap di Jepang, Pendiri Alibaba Group Jack Ma terlihat di Bangkok minggu ini dan bertemu dengan koki top dan juara Muay Thai.

BACA JUGA – Jack Ma, Kamu Di Mana?

Foto Ma dan chef Supinya Junsuta atau lebih dikenal dengan sebutan “Jay Fai” diunggah di akun Instagram “Jayfaibangkok” pada Jumat dengan caption

“Kami dengan rendah hati dan merasa terhormat untuk menyambut Anda dan keluarga Anda ke Jay Fai.”

Ma juga dilaporkan menghadiri pertandingan tinju di Stadion Rajadamnern Bangkok. Fotonya bersama juara tinju Thailand Sombat Banchamek viral di media sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ma semakin jarang terlihat di depan umum setelah dia dilaporkan mengkritik regulator bisnis China.

Regulator China dikatakan telah membatalkan IPO Ma’s Ant Group dan mendenda Alibaba, yang mengoperasikan platform belanja populer China Taobao dan Tmall, atas dugaan praktik tidak adil.

Sebelumnya, Ma baru-baru ini terlihat kembali ke Tokyo. Dia telah tinggal selama enam bulan di negeri Matahari Terbit bersama keluarganya. Bahkan, Ma telah mengunjungi beberapa daerah lain di Jepang, bersama dengan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel.

Surat kabar Inggris mengatakan Ma sering mengunjungi beberapa klub sebagai anggota pribadi di Tokyo, dan merupakan “kolektor yang rajin” seni Jepang modern, sambil tetap berusaha mengembangkan bisnisnya.

Dilansir dari Insider, usai menyampaikan pidato mengkritik sistem regulasi keuangan China, pemerintah China mengamuk. Hal itu pada gilirannya mendorong pengawasan peraturan yang ketat atas bisnisnya. Termasuk tindakan keras terhadap jaringan bisnis Ma.

Ada banyak spekulasi tentang keberadaan Ma sejak dia menghilang dari mata publik. Miliarder itu terlihat pada bulan Juli mengunjungi Wageningen University & Research di Belanda.

Laporan Financial Times mengatakan bahwa meskipun dia telah tinggal di Tokyo selama hampir setengah tahun, Ma tidak menonjolkan diri di kota dan bersosialisasi.

(wbs)