liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mendorong Optimisme Menuju 2023

Mendorong Optimisme Menuju 2023

Memuat…

Chandra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia

Penghujung tahun 2022 sudah di depan mata. Berbagai indikator dan momentum mengiringi keyakinan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023.

Namun demikian, beberapa tantangan harus diwaspadai karena berpotensi menghambat pertumbuhan, seperti konflik geopolitik, krisis energi dan pangan yang melemahkan permintaan dari negara-negara pasar produk Indonesia. Pemerintah dan Bank Indonesia masih meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 akan tetap kuat di kisaran 4,5-5,3%.

Keyakinan tersebut didasari oleh pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan III 2022 yang masih terjaga di angka 5,72%. Tren pertumbuhan ekonomi tahunan berhasil menguat secara konsisten selama empat triwulan berturut-turut, secara konsisten melebihi 5% secara tahunan. Hal ini tentu mendorong keyakinan yang memasuki tahun 2023 dengan optimisme dengan tetap menjaga kewaspadaan.

Daya beli masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pengendalian inflasi sesuai sasaran untuk menjaga daya beli masyarakat sangat diperlukan.

Data BPS baru-baru ini menunjukkan bahwa laju inflasi November 2022 lebih landai dibandingkan dengan laju inflasi bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi November 2022 tercatat sebesar 5,42% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi Oktober 2022 sebesar 5,71% (yoy).

Penurunan tersebut ditopang oleh penurunan inflasi bahan pangan yang fluktuatif menyusul upaya tambahan pengendalian inflasi dari semua pihak dalam situasi inflasi administered price yang masih tinggi. Sedangkan secara bulanan, November mencatat inflasi sebesar 0,09% (mtm).

Artinya, secara umum inflasi Indonesia masih terkendali di tengah tren inflasi tinggi yang masih terjadi di berbagai negara, seperti Uni Eropa. Di kawasan, inflasi tercatat sebesar 10% (yoy) pada November 2022. Selain itu, India dan Amerika Serikat juga mencatatkan inflasi masing-masing sebesar 6,77% dan 7,7% (yoy).

Dalam situasi ini, penguatan tingkat daya beli masyarakat menjadi kunci utama bagi pemerintah untuk dapat menjaga perekonomian Indonesia dari badai ekonomi global. Pasalnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan pada triwulan III 2022 dari sisi belanja.

BPS menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang hingga 50,38% dari PDB pada triwulan tersebut. Dorongan konsumsi rumah tangga tercermin dari peningkatan mobilitas yaitu meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menengah ke atas, terutama untuk kebutuhan pendidikan tinggi.