liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Obesitas dan Diabetes Bisa Sebabkan Kanker Usus Besar, Ini Penjelasan Dokter

Obesitas dan Diabetes Bisa Sebabkan Kanker Usus Besar, Ini Penjelasan Dokter

Memuat…

Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Kanker sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, salah satunya adalah usus besar. Foto/Ilustrasi/CDC

JAKARTA Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Kanker sendiri dapat menyerang bagian tubuh manapun, salah satunya adalah usus besar.

Kanker usus besar masih umum di kalangan masyarakat, namun siapa sangka bahwa kanker jenis ini merupakan salah satu penyakit paling mematikan ketiga di dunia.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP menjelaskan banyak faktor risiko penyebab kanker usus besar atau kolorektal, seperti diabetes dan juga obesitas atau kelebihan berat badan.

“Biasanya diabetes tipe dua, karena itu yang paling sering kita dapat. Kalau tipe satu biasanya diabetes anak-anak risikonya sama tapi tipe dua yang paling banyak,” ujarnya dalam Webinar bertajuk ‘Waspadai Kanker Usus : Pahami Risiko dengan PENINJAUAN: Perhatikan Risiko Kanker Kolorektal Dini, diperbarui.

Baca Juga: Bukan Kanker Vaskular, Istri Drummer Noah Meninggal Karena Kanker Neuroendokrin

Prof Aru menambahkan, diabetes dan obesitas memiliki faktor penyebab yang sama yang memicu kanker usus besar, yaitu insulin.

“Karena pada diabetes yang tidak terkontrol, pada obesitas, kemudahan resistensi insulin super spike. Resistensi insulin adalah tempat insulin tidak bekerja, sehingga terus meningkat, karena terus meningkat, maka akan merangsang insulin growth factor atau faktor pertumbuhan insulin,” ujarnya. telah menjelaskan.

“Ketika resistensi insulin merangsang faktor pertumbuhan insulin, itu memicu pertumbuhan sel yang akan menjadi kanker. Pada diabetes (faktor risiko) lebih kuat karena masalah insulin lebih terasa,” jelasnya.

Sementara itu, orang gemuk juga akan meningkatkan insulin yang pada akhirnya memicu tumbuhnya sel kanker.

“Tapi kalau kelebihan berat badan, ada yang namanya prediabetic metabolic syndrome dan itu memicu peningkatan insulin growth factor,” tutupnya.

(hari)