liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Pendamping Desa Harus Adopsi Sistem Digital

Pendamping Desa Harus Adopsi Sistem Digital

Memuat…

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar membuka seminar The First International Conference on Empowerment of Rural Communities. Foto/khusus

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta para pembantu desa untuk mengadopsi sistem digital dalam pelaksanaan bantuan.

Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar menjelaskan, pemanfaatan sistem digital ini untuk memenuhi tuntutan zaman, dimana digitalisasi merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan. Oleh karena itu, masyarakat desa juga dituntut untuk dapat beradaptasi dengan cepat dan tepat.

“Perlu regulasi dalam sinergi pemberdayaan, kegiatan pemberdayaan juga perlu disesuaikan dengan sistem digital, perlu ada penguatan dan pembelajaran, kegiatan pemberdayaan juga penting menangkap berbagai praktik baik dari lapangan, sehingga bisa direplikasi di bidang lain,” kata Gus Halim saat membuka seminar Konferensi Internasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan yang pertama di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Kerja Sama KPK, Mendes PDTT Luncurkan 10 Desa Antikorupsi 2022

Agar sinergi kegiatan pemberdayaan dan pendampingan berjalan dengan baik, cepat mencapai tujuan pembangunan, berpegang teguh pada prinsip pemberdayaan, dan mampu menjawab tantangan zaman sekarang. Gus Halim juga menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini dimaksudkan agar cita-cita desa untuk mandiri dapat terwujud.

Baca juga: Aksi Tanggap Gempa di Cianjur Bisa Pakai Dana Desa

Selain itu, menekankan pentingnya pihak terkait untuk terlibat di dalamnya. Diantaranya supra kampung, pemerintah daerah, kampus, swasta, dan pihak lainnya. Kegiatan pendampingan harus dilakukan secara bersama-sama, perlu adanya sinergi kegiatan pendampingan dan pemberdayaan, guna mempercepat kebangkitan populasi dan kemandirian masyarakat desa.

“Oleh karena itu, perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan desa, peran supradesa, pemerintah daerah, kampus, swasta, dan pihak lain yang memiliki fokus dan komitmen terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujar peraih gelar Kehormatan tersebut. Doktor dari UNY.

Pembangunan desa dilakukan dengan bantuan penuh dari pihak-pihak terkait. Diantaranya pendamping profesional, fasilitator transmigrasi, pendamping tekad, duta digital, kader digital, serta kader pemberdayaan masyarakat desa, dan kader desa.

(keripik)