memuat…
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dokumen Presiden
JAKARTA – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bawahan (ABJ) Jokowi yang mengusung tema ‘Pengawal Setia, Tunggu Komando Jokowi’ di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/7/2023). Dalam kesempatan itu, Jokowi mengaku menyukai grup tersebut sukarelawan Hingga saat ini, ABJ masih tenang alias tidak terburu-buru jelang Pilpres 2024.
“Hari ini saya sangat senang bisa bertemu kembali dengan bapak ibu sekalian, karena sudah lama sekali dan karena kesibukan kita sudah lama tidak bisa bertemu lagi,” kata Jokowi.
“Namun yang saya senangi adalah apa yang dikatakan Ketum, seperti halnya Mas Eko tadi, ABJ Jokowi tidak terburu-buru. Tetap tenang, tidak terbawa kesana kemari, dan tetap bekerja di bidangnya masing-masing. Itu juga yang saya lakukan. ,” dia melanjutkan.
Dia juga meminta para pendukung sukarela untuk tidak menambahkan intrik dan dinamika politik yang tidak perlu. Karena dia kini fokus untuk memastikan ekonomi Indonesia lebih stabil dan berkembang positif.
“Saat ini kita masih bekerja di lingkungan global yang tidak mudah. Akibat dampak pandemi, perekonomian dunia tidak lagi tumbuh. Sudah 96 negara yang menjadi pasien IMF. Saya tahu betul bagaimana situasi global,” Jokowi dikatakan.
Ia juga meminta semua pihak untuk tetap optimis bekerja sama dengan pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. “Kita patut bersyukur karena negara kita memasuki kondisi normal dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen. Kuartal I tahun ini 5,03 persen, kita akan menjadi yang terbaik di dunia,” kata Jokowi.
Dalam G20 di Bali, ia mengatakan ada pandangan bahwa Indonesia sudah dalam posisi yang sangat baik meskipun situasi global sedang dilanda inflasi dengan tingginya harga barang dan jasa. “Inflasi tahun lalu 5,9 persen. Bulan lalu turun menjadi 3,5 persen. Pada saat negara lain mengalami kenaikan. Di Eropa, harga naik hingga 700 persen. Harga pangan naik dua kali lipat,” ujarnya.
Untuk itu, Jokowi meminta seluruh relawan pendukungnya untuk mendukung penuh dengan tidak menimbulkan gejolak politik dan fokus menangani masalah ekonomi yang datang silih berganti. “Dulu kita menaikkan harga BBM 10 persen, itu tiga bulan demo. Bagaimana kalau naik 700 persen seperti di Eropa. Jadi kita harus fokus,” pungkas Jokowi.
(rca)