liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Siapa Pemilik ChatGPT? Ini Fakta yang Harus Anda Ketahui

Siapa Pemilik ChatGPT? Ini Fakta yang Harus Anda Ketahui

memuat…

Penting untuk mengetahui siapa pemilik ChatGPT. Foto: Reuters/Dado Ruvic

JAKARTA – Penting untuk memahami siapa pemilik ChatGPT, agar tidak ada informasi yang salah. Pasalnya, saat ini ChatGPT merupakan aplikasi kecerdasan buatan terpopuler di dunia dengan 100 juta pengguna aktif harian.

ChatGPT adalah salah satu produk dari perusahaan bernama OpenAI. Selain ChatGPT yang berfokus pada AI chatbots, OpenAI juga memiliki produk AI untuk gambar bernama Dall-E.

OpenAI dan Microsoft memiliki hubungan yang erat. Pasalnya, Microsoft dikabarkan akan menginvestasikan USD 10 miliar ke perusahaan tersebut. Salah satunya, menggunakan produk dari ChatGPT hingga mesin pencari Bing hingga produk lain seperti Microsoft Office.

Awalnya Bukan Untuk Untung

OpenAI memulai lab kecerdasan buatan yang berbasis di San Francisco pada tahun 2015 sebagai organisasi nirlaba. Mereka mencoba membangun “kecerdasan umum buatan”, atau AGI, yang pada dasarnya adalah perangkat lunak yang sama cerdasnya dengan manusia.

OpenAI ingin melindungi dari masa depan di mana perusahaan teknologi besar, seperti Google, mengendalikan teknologi AI dan memonopoli keuntungan.

Tujuan dari organisasi nirlaba ini adalah membangun perangkat lunak AI secara transparan dan menjadikan produknya open source sehingga seluruh dunia dapat memperoleh manfaat.

Sejumlah tokoh Silicon Valley menyediakan model $1 miliar untuk OpenAI. Ini termasuk donor dari CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, pemodal ventura Peter Thiel, dan Sam Altman, yang menjadi CEO OpenAI pada 2019.

Musk meninggalkan dewan perusahaan pada 2018, dengan alasan tuntutan waktu untuk menjalankan Tesla dan SpaceX.

OpenAI berhasil menggunakan data dalam jumlah besar, serta perangkat lunak berbasis neuron di otak manusia, untuk membuat produk AI-nya. Namun, kekuatan komputasi yang besar dan gaji karyawan yang tinggi membuat OpenAI sulit menjadi organisasi nirlaba.

AI untuk Teks dan Gambar

OpenAI mulai membangun sistem yang memahami bahasa, memanfaatkan kumpulan teks di internet untuk dipelajari. Pada tahun 2020, mereka merilis GPT-3, generator teks atau alat chatbot.

Setelah itu, OpenAI mencoba meniru kesuksesan GPT-3 dengan memberinya kode komputer dan membuat alat bernama Codex, yang membantu pemrogram komputer menulis kode lebih cepat.

Codex memberdayakan Co-Pilot GitHub, alat untuk menerjemahkan perintah manusia ke dalam kode komputer dengan biaya bulanan (GitHub dimiliki oleh Microsoft).

OpenAI juga mencoba menggabungkan visi dengan bahasa, dan melatih GPT-3 untuk menemukan pola antara kata dan gambar dengan menyerap kumpulan data besar gambar dan keterangan dari internet. Itu membuat produk DALL-E yang dirilis Januari 2021 bisa membuat gambar berdasarkan permintaan teks dari manusia. Selanjutnya, DALL-E 2 mampu membuat foto yang sangat realistis dan viral di tahun 2022.

Pada November 2022, OpenAI merilis CHatGPT ke publik dan menjadi aplikasi dengan pengguna tercepat mencapai 100 juta, mengalahkan Facebook, TikTok, dan Instagram.

(Dan)